Selasa, 02 Desember 2008

Aplikasi sistem Kelayakan produk berdasarkan perilaku konsumen dengan metode scoring sistem

Sistem ini berfungsi untuk mengolah data hasil kuesioner dari survey yang telah dilakukan, sehingga dengan menggunakan perhitungan scoring system, kita dapat mengetahui apakah suatu produk tersebut dalam kategori Layak/Baik, Tidak Layak/Buruk, dan Sedang menurut konsumen. Dalam system ini kita juga dapat mengetahui apakah produk tersebut apabila dinilai berdasarkan kategorinya seperti 4P ( Price, Product, Place, Promotion ), apakah dari segi-segi tersebut menurut konsumen masih Layak/Baik, Tidak Layak/Buruk, dan Sedang untuk dipertahankan.

SISTEM ANALISA KEPUTUSAN PENENTU TITIK (DAERAH) DISTRIBUSI RASKIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE A*SEARCH

sistem ini dapat membantu memberikan suatu solusi untuk mempermudah proses pendistribusian, yaitu dengan dibuatnya suatu aplikasi dengan menerapkan metode A*Search sebagai metode pendukung dalam pencarian atau analisa titik atau daerah distribusi pada kegiatan RASKIN.

Algoritma A* Search menggunakan heuristik untuk memperkirakan seberapa dekat suatu titik dengan tujuan sehingga pencarian yang dilakukan memberikan solusi terbaik dalam waktu yang optimal. A* Search memungkinkan pencapaian goal dengan cepat dan efektif. Pencarian dilakukan pada node yang dianggap paling berpotensial untuk dikembangkan, jadi tidak perlu mengembangkan setiap node sehingga tidak terjadi kehabisan memori.

SISTEM BERBASIS ATURAN UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT SECARA ONLINE DAN OFFLINE ( SISTEM PAKAR )

Jumlah penderita penyakit di Indonesia saat ini semakin lama semakin bertambah. Minimnya pengetahuan masyarakat terhadap gejala dini penyakit jantung menyebabkan makin bertambahnya penderita penyakit.

Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan pemanfaatan sistem pakar yang berbasis aturan. Sistem pakar yang berbasis aturan ini dapat melakukan desain aturan, validasi input parameter, verifikasi rule sehingga rule terbebas dari Redundant rules, Conflicting rules, Circular rules.

Teknologi internet adalah salah satu teknologi yang pesat perkembangannya dan sudah menjadi simbol dari cara komunikasi secara bebas tanpa dibatasi ruang, jarak dan waktu. Perangkat lunak berbasis aturan untuk mendiagnosa penyakit jantung yang berbasis web masih sangat kurang.

Dengan adanya sistem berbasis aturan untuk mendiagnosa penyakit jantung berbasis web ini dapat akan membantu masyarakat luas dalam mencari informasi, konsultasi ataupun pengobatan penyakit jantung secara jelas, cepat dan tepat.

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM PROMOSI JABATAN DENGAN METODE AHP ( ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS )

Dari hasil perancangan dan pengolahan Sistem Pendukung Keputusan Promosi Jabatan, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

Aplikasi ini menggunakan metode Analisa Hirarki Proses (AHP) yang berguna untuk mengisi posisi yang sesuai untuk karyawan sesuai dengan kemampuan dan ketrampilan yang dimilikinya.

Dengan adanya aplikasi ini, dalam pemilihan calon karyawan yang akan menempati posisi tertentu tidak didasarkan atas faktor relasi serta persepsi (subyektivitas) si pengambil keputusan.

Dengan adanya aplikasi ini performansi perusahaan akan meningkat karena tiap-tiap posisi akan ditempati oleh orang-orang yang sesuai dengan kemampuan dan ketrampilan yang dimilikinya.

Kebenaran dari output atau hasil akhir dari sistem ini tergantung dari kemampuan dari pengambil keputusan.

RANCANG BANGUN aplikasi penghasil presentasi multimedia

Presentasi multimedia tersusun atas obyek-obyek dengan tipe data yang berbeda, seperti video, audio, teks, dan gambar. Sering kali, user menyatakan suatu presentasi perlu mengungkapkan hal-hal sementara dan batasan tetap di antara obyek-obyek yang menyusun presentasi. Dalam Tugas Akhir ini dipergunakan suatu sistem, MPGS: Multimedia Presentation Generator System (Sistem Penghasil Presentasi Multimedia), yang mendukung penentuan batasan di antara obyek-obyek multimedia dan menghasilkan presentasi multimedia berdasarkan batasan-batasan tertentu.

Model batasan yang diberikan MPGS sangat fleksibel dan kuat berkenaan dengan berbagai macam batasan obyek yang dapat dipresentasikannya. Beberapa fitur inovatif yang didukung meliputi: batasan tetap; komponen penting dan tingkatan prioritas; fungsi gerak. Ternyata, fleksibilitas yang diberikan kepada user memerlukan pengembangan teknik-teknik yang tidak sepele untuk memeriksa konsistensi batasan dan untuk menghasilkan suatu presentasi yang memenuhi batasan-batasan tertentu.

RANCANG BANGUN APLIKASI PENGIDENTIFIKASIAN NAMA ILMIAH TUMBUHAN

Hasil dari pembuatan tugas akhir ini adalah sebuah program aplikasi yang dapat mengidentifikasi nama ilmiah tumbuhan dan hasil evaluasi aplikasi tersebut adalah sebagai berikut:

Uji coba terhadap orang awam (sudah mengenal komputer tapi bukan di bidang biologi): pengguna dapat menjalankan program dengan baik tetapi karena banyaknya istilah-istilah khusus dalam bidang biologi seperti daun bertulang sejajar, bunga berumah dua, dan lain-lain menyebabkan pengguna yang menjalankan sistem ini agak kesulitan dan membutuhkan waktu pengidentifikasian yang lebih lama walaupun sudah ada bantuan kamus istilah.

Uji coba terhadap orang yang sudah mengenal komputer dan mengenal bidang biologi: pengguna dapat menjalankan program dengan baik dan tidak mengalami kesulitan. Hasil akhir penelusuran famili, genus, dan spesies sudah benar dan sesuai dengan yang ada dalam literatur.

2. Keanekaragaman tumbuhan di Indonesia menyebabkan pengidentifikasiannya memerlukan waktu yang lama. Dengan adanya sistem ini dapat membantu dan mempermudah memecahkan masalah tersebut dengan waktu yang relatif cepat

Sistem Pendukung Keputusan Untuk Meminimalkan Biaya Produksi Dengan Menggunakan Metode Linear Programming

Sistem ini akan dapat merekomendasikan pilihan mana yang optimal dari berbagai alternatif yang ada.

Misal :
Biaya produksi / hari

Mesin 1 : 4,000,000

Mesin 2 : 3,000,000
Jumlah produks / hari dalam Kg

Barang\mesin mesin 1 mesin 2

Barang A 1,000 2,000

Barang B 3,000 1,000

Barang C 3,000 4,000
Jumlah Pesanan

Barang A = 24,000

Barang B = 10,000

Barang C = 17,000

Dari data tersebut akan di hasilkan kemungkinan-kemungkinan (alternatif) yang dapat digunakan oleh pihak pengambil keputusan untuk mendukung keputusannya, dan system juga dapat merekomendasikan pilihan mana yang tepat yang harus di ambil oleh pihak pengambil keputusan.