Tampilkan postingan dengan label Scoring System. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Scoring System. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Desember 2008

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN PINJAMAN MODAL DENGAN METODE SCORING SYSTEM

Pemintaan pengusaha kecil untuk penambahan modal usaha terus meningkat hal ini disebabkan kebutuhan pasar yang meningkat tetapi harga di pasar juga ikut meningkat. Melihat hal tersebut, di bentuk program yang diberi nama Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

Sebelum PKBL memberikan keputusan atas permohonan kredit yang diajukan oleh calon peminjam, terlebih dahulu pihak PKBL melakukan kegiatan administrasi kredit. Selama ini, kegiatan administrasi kredit tersebut membutuhkan waktu yang agak lama karena disebabkan oleh data yang didapatkan dari kegiatan administrasi kredit berupa data yang berbentuk data kualitatif (disajikan tidak dalam bentuk angka). Akibatnya proses pengambilan keputusan juga membutuhkan waktu yang agak lama.

Berdasarkan permasalahan tersebut, penggunaan sistem pendukung keputusan merupakan hal yang penting. Pemanfaatan sistem pendukung keputusan dengan penggunaan metode Scoring System mampu menyajikan informasi yang awalnya berbentuk kualitatif menjadi informasi yang berbentuk kuantitatif.

Dalam tugas akhir ini dengan menggunakan metode Scoring System, maka dihasilkan nilai kelayakan yang dianggap layak dan berhak mendapatkan pinjaman modal . Nilai kelayakan kredit tersebut digunakan oleh deccission maker sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan sehingga proses pengambilan keputusan terjadi dalam waktu yang lebih cepat.


SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KELAYAKAN KREDIT PEMILIKAN MOBIL DENGAN METODE SCORING SYSTEM

Permintaan kredit otomotif yang cukup tinggi mendorong Bank menjadikan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang lebih dikenal dengan Kak OTO sebagai salah satu bagian fokus bisnis di sektor otomotif.

Sebelum pihak Bank memberikan keputusan atas permohonan kredit pemilikan mobil yang diajukan oleh calon peminjam, terlebih dahulu pihak Bank melakukan kegiatan administrasi kredit yang meliputi kegiatan analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Selama ini, kegiatan administrasi kredit tersebut membutuhkan waktu yang agak lama. Hal ini disebabkan oleh data yang didapatkan dari kegiatan administrasi kredit berupa data yang berbentuk data kualitatif (disajikan tidak dalam bentuk angka). Akibatnya proses pengambilan keputusan juga membutuhkan waktu yang agak lama.

Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan penyelesaian dengan menggunakan metode yang sesuai sehingga dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan. Metode tersebut harus mampu menyajikan informasi yang awalnya berbentuk kualitatif menjadi informasi yang berbentuk kuantitatif. Maka metode yang digunakan adalah metode Scoring System.

Dengan diterapkannya metode Scoring System pada permasalahan ini, maka dihasilkan data akurat yang disajikan dalam bentuk kuantitatif berupa nilai kelayakan kredit. Nilai kelayakan kredit tersebut digunakan oleh deccission maker sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan sehingga proses pengambilan keputusan terjadi dalam waktu yang lebih cepat.


Selasa, 02 Desember 2008

Aplikasi sistem Kelayakan produk berdasarkan perilaku konsumen dengan metode scoring sistem

Sistem ini berfungsi untuk mengolah data hasil kuesioner dari survey yang telah dilakukan, sehingga dengan menggunakan perhitungan scoring system, kita dapat mengetahui apakah suatu produk tersebut dalam kategori Layak/Baik, Tidak Layak/Buruk, dan Sedang menurut konsumen. Dalam system ini kita juga dapat mengetahui apakah produk tersebut apabila dinilai berdasarkan kategorinya seperti 4P ( Price, Product, Place, Promotion ), apakah dari segi-segi tersebut menurut konsumen masih Layak/Baik, Tidak Layak/Buruk, dan Sedang untuk dipertahankan.