Jumat, 12 Desember 2008

Sistem Analisa kebangkrutan perusahaan dengan metode Z-Score Altman

Analisis laporan keuangan merupakan suatu proses yang penuh pertimbangan dalam rangka membantu mengevaluasi posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu, dengan tujuan utama untuk menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja perusahaan pada masa mendatang.

Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui mengenai prospek atau mengetahui kondisi keuangan perusahaan, ada tidaknya resiko kebangkrutan pada perusahaan makanan dan minuman dimasa yang akan datang.

Obyek penelitian dalam skripsi ini adalah 15 perusahaan makanan dan minuman yang masih listing dari tahun 2002 sampai tahun 2004 di Bursa Efek Surabaya (BES). Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah sampel bertujuan ( purposive sampling) yang didasarkan dari pertimbangan tertentu dari penulis.

Data penelitian ini adalah laporan keuangan tahun 2002 sampai tahun 2004 yang meliputi neraca dan laporan laba rugi serta data-data yang diperoleh dengan teknik dokumentasi pada BES.

Pada penelitian ini analisis yang digunakan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan makanan dan minuman adalah analisis Z-score yang diperkenalkan oleh Edward L. Altman. Analisis ini menggunakan beberapa rasio keuangan terpilih yang diformulasikan dalam suatu model analisis sehingga akan diperoleh skor-skor kategori tentang kondisi keuangan perusahaan. Selain itu, juga dipergunakan beberapa rasio keuangan sebagai pendukung analisis utama.

Dari hasil analisis dan pembahasan yang dilakukan berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa hampir 40% perusahaan makanan dan minuman mengalami masalah keuangan.

Dari hasil analisis Z-score dapat disimpulkan bahwa ada 6 (enam) periusahaan makanan dan minuman yang dikategorikan dalam kondisi bangkrut yaitu PT. Ades Waters Indonesia Tbk., PT. Cahaya Kalbar Tbk., PT. Sekar Laut Tbk., PT. SMART Tbk., PT. Suba Indah Tbk. Dan PT. Tunas Baru Lampung Tbk., yang memerlukan tindakan perbaikan sesegera mungkin agar kodisi perusahaan tidak semakin memburuk.Perusahaan yang berada pada kategori yang rawan adalah PT. Indofood Sukses Makmur Tbk., PT. Siantar Top. Sedangkan perusahaan yang dikategorikan berada pada kondisi yang sehat adalah PT. Aqua Golden Mississippi Tbk., PT. Multi Bintang Indonesia Tbk., PT. Sari Husada Tbk. Dan untuk perusahaan yang lainnya, memiliki kondisi diantara bangkrut-rawan atau rawan-sehat.

Tidak ada komentar: